Posts

Showing posts from July, 2016

Tentukanlah Kepergianmu

Image
Dimana ? Kapan ? Kau akan melupakanku? Melepas segala yang pernah terpasang dalam ingatan Pastikanlah hari itu; Kepergian tanpa siapa Biar kupersiapkan diriku Berbekal untuk tersesat dalam sisa ingatan Tentukanlah ! kepergianmu Dan katakan itu bukan kiamat bukan? Yang barangkali sengaja kau buat untukku Tentukanlah Akan kupersiapkan sejak dini  Walau musimku lebih awal berpindah Biarlah Aku ingin mengetahui musim buatanmu Barangkali lebih membuatku berbetah dirumah Tanpa embun, cericit burung Dan tanpa apapun yang orang katakan itu indah Tentukanlah Aku akan bersiap Jogja, 14 Juli 2016

Senyum Siapa?

Bahagia. Ya. Tentu siapapun berhak bahagia. Bahkan siapapun dirimu yang sangat lincah merusak kebahagian orang lain, ataupun siapapun dirimu yang selalu berhasil menghancurkan kehidupan orang lain. Pasti akan selalu ada waktu yang akan memulihkannya. Kapanpun itu, pasti akan datang. Hancurnya kehidupan seseorang tak selalu kita bersengaja merusaknya. Adakala tanpa kita sadari, kita telah membuat kacau kebahagian orang lain lantaran memperjuangkan kebahagian yang katanya milik kita seutuhnya. Bukankah kebahagian yang sebanarnya adalah kebahagian orang yang berdiri di sekitar kita?. Ya. Tentu itu. Berapa banyak malam harus dilewati dengan sembilu. Keram, kejam, garang, dan nyaris bulir-bulir tak menyisakan waktu untuk bermimpi buruk. Walau kenyataannya memang sudah terasa pahit. Tapi, setiap hati pasti percaya bahwa Tuhan sedang merencanakan kebahagian. Dengan tiba-tiba datangnya. Tanpa kita sangka. Tanpa terpikirkan kalau bahagia akan didatang dari celah kesembiluan yang sangat....

Tertawa Pengobat Gila

Image
Bila aku tak menemukan ujung Aku akan berhenti mencari nafas Semua akan datang Bila lelah Hahaha Aku ingin tertawa Tertawa saja Bukankah diriku cukup lucu? Tertawa gila Barangkali itu penenang luka Kau tahu? aku sangat ingin tertawa. Tanpa sebab apa-apa. Tanpa Lelucun maupun kelucuan di atas komedi. Sekadar tertawa, lebih tepatnya menertawai diriku sendiri. Gila?. Tentu aku bangga dengan panggilan itu. Hidup ini sangat mirip drama yang penuh lelucon. Barangkali selama ini aku telah menjadi panggung bagi para pelawak. Bersorak agak lucu, lalu tertawa. Hahaha. Banyak kisah yang belum selesai dimainkan. Lalu aku hanya melanjutkan dengan tawa gila. "Perkenalakan, namaku Majnun", haha lelucon macam apa aku ini. Memulai perkenalan yang sangat aneh. Namanya saja gila. "Biar tho", balasku sendiri. Aneh bukan?. Sekali lagi, bila kau jumpai aku di depanmu, tertawakanlah aku. Barangkali saat itu sedang diam, pura-pura bisu, pura-pura sedih, dan pura-pura dia...

Benarkah ?

Kembali bertanya Pada siapa aku menemukan aku ? Pada langit yang katanya biru Pada awan yang membawa sendu Pada apa, atau siapa? Kembali kubertanya Selama apa akan dijawabnya tanya ? Diletakkan dimana segala ucapan ? Disimpan pada apa, semua keyakinan Bila iya? jangan tidak Bila tidak, jangan iya Kenapa harus lebih jujur senja ? daripada kau yang punya jawaban Bila petang Akan kembali bertanya aku Pada engkau Bila ada waktu Bila tidak, akan kutanya lusa Bila tidak, akan kutunggu waktumu Benarkah? Kau yang menemukanku dalam langangnya malam dalam riusnya sunyi dalam benarnya sujud Jawablah! Jikalau kau punya jawaban benar Dan, katakan yang ada dilidahmu jogja, 11 Juli 2016