Radio Di Zaman Kekinian

Sudah lama kita memalingkan telinga darinya. Sudah usang kita tidak menghidupkannya. Sudah sudah yang lain juga. Tentunya saat ini aku akan membicarakan barang lama, barang yang ditemukan hampir mencapai satu abad itu di Itali sana.
Kita lebih akrab menamainya "Radio". Barang yang ditemukan oleh Guglielmo Marco ini telah banyak memberi kontribusi dalam memberikan informasi dengan beritanya, hiburang dengan musik-musik klasik, pendidikan dengan menelaah karya tulis, dan lainnya yang sudah pernah kita rasakan.
Namun baru-baru ini saya terbesit sebuah pertanyaan tentang radio. "Siapakah yang masih mau mendengarkannya?, ditengah kemajuan dan kehebatan alat elektronik yang serba mudah, dan menyibukkan indra penglihatan saja". Namun bukan sebuah jawaban yang saya cari dari pertanyaan itu melainkan keperihatinan yang mendalam. Karena benda itu sudah tidak begitu diminati. Ya beruntung aja masih digunakan pas bulan puasa saja, saat menanti adzan maghrib.
Saya teringat waktu silam, ketika saya masih kecil, sekitar tahun 2000-an masa sekola dasar. Dimana pada waktu itu alat elektronik masih belum begitu wah, hanya televisi-itupun hanya sebagian orang yang punya- dan radio peninggalan orang orang terdahulu. Radio bagiku saat itu seperti seorang sahabat yang mungkin saat ini Handphon, karena kala saya di ladang, di rumah pohon, di kamar, selalu terdengar suara musik dari radio. Bahkan saat itu radio juga menjadi penyalur informasi terkait berita yang ada di kota atau di pemerintahan. Lantas bagaiman dengan saat ini?.
Tentu beberapa minggu ini saya kembali gemar mendengarkan riuh suara radio walau hanya sekedar menyimak curhat orang-orang, mendengarkan musik, dan belum sampai mereques lagu, curhat, maupun nitip salam. Simponi FM, saluran yang sering saya tunggui itu selalu memberi warna baru dalam seharinya. Jelas saja karena itu saluran radio kampusku.
Kita sudah tau, dimana zaman kita dilahirkan, di saat krasak-krusuk terdengar dari saluran yang kehilangan signal. Ayo temukan radar itu di dalam kejemuan masa.
rjz_010

Comments

Popular posts from this blog

Punahnya Tempat Bersejarah termakan Zaman Modern; Candi Badut

Bahasa Dunia