Benarkah Cinta Memiliki Devinisi

Cinta tidak menyadari kedatanganya, sampai ada saat perpisahan ~kahlil gibran~ Bagitulah, sampai detik ini kata cinta belum selesai diperbincangkan di pelosok manapun hatta di perujung masa nanti. Bukan karena apa, namun memang kehidupan manusia tak jauh dan tak bisa lepas dari kata itu. Yang sejatinya masih belum ada orang yang bisa memberi devinisi secara sempurna walaupun banyak dari kalangan pujangga mencoba memberi pencerahan, itupun hanya berhenti pada diri mereka tidak pada yang lain. Setiap kepala mampu memberi arti yang sesuai dengan diri mereka, para pujangga seperti kahlil gibran mengatakan cintu itu adalah apa yang bisa membuatnya tersenyum, lain halnya dengan pengertia para sifi, dan juga para filsuf. Masing-masing punya pengertian yang disandarkan atas pengalaman individu yang sulit di satukan dalam satu konsep pengertian. Dalam kitabnya ... Ibnu aroby mengatakan bahwa ada dua hal yang tidak bisa didevinisikan, yaitu Allah dan Alhub. Pendapat ini bukanlah sekedar basa-basa beliau mengenai cinta, namun pada nyatanya hal itu memang kita lihat saat ini. Ketika kita berusaha mendevinisikan cinta maka sesungguhnya kita telah menyempitkan arti cinta itu sendiri. Bukan menambah, namun kita mencoba mengurangi artinya yang begitu luas. Yang jelas, apapun itu devinisi cinta. Kita tidak bisa lari darinya, bila kita mencoba lari darinya, sama hal dengan kita lari dari mati, yang sampai kapanpun kita menjauhi mati kita tetap akan didatangi mati.

Comments

Popular posts from this blog

Punahnya Tempat Bersejarah termakan Zaman Modern; Candi Badut

Radio Di Zaman Kekinian

Bahasa Dunia