Yang Engkau Sebut Rindu

Rindukan masa depan perbaiki hari ini.

Ini tentang rindu yang sudah banyak kita perbincangkan dimana-mana. Di kelas, sekolah, kampus, rumah, kampung, sepertinya tidak hanya itu, semua sudah terjamah oleh serdadu rindu.

Seperti dalam pembahasan, rindu juga memiliki definisi. Rindu versi KBBI ialah keinginan atau hasrat yang kuat ingin bertemu. Definisi lain mungkin versi kita adalah keinginan bertemu setelah sekian waktu terpisah. namun tak sepenuhnya kita terkurung dalam sangkar definisi, hal itu diadakan sebagai pencerahan pengetahuan.

Dalam kasus kita, rindu biasanya dikaitkan dengan seringnya bertemu lalu tepisah dan timbul rasa rindu, atau pengulangan suatu perbuatan di waktu yang sama dalam keseharian, hingga suatu kejadian lain membuatnya terpisah dan tidak melakukan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas dimasa lampau maka datanglah yang namanya rindu.

Namun, dalam obrolan ini rindu akan diseret pada masa depan, terlepas dari protes bahwa pemuda lebih senang membicarakan masa depan ketimbang masa lampau. Kita membahas masa depan ini lantaran ada hubungan dengan peristiwa yang kita lakukan saat ini.

Saat ini, ada sahabat setia yang selalu berada disamping kita, ada guru yang sabar mengajari kita, ada musuh yang menjadi ancaman. Apakah kita tidak merindukan semuanya di masa depan ?, tidak perduli ataupun iya, waktu akan datang lalu menjauhkan kita satu sama lain, bahkan mengambil salah satu dari kita. Maka sebelum waktu datang dengan rombongan yang akan menyeret dan memberi jarak, mari perbaiki yang ada hari ini, sahabatilah sahabat kita, perhatikan dan ta'dimilah guru kita, musuhilah dengan baik musuh kita agar tetap menjadi musuh. Bila waktunya sudah datang, maka kita tidak merasakan durjana yang sebegitu membawa penyesalan, karena kita sudah melayini dengan baik sejak dini.

Selain itu, ini juga berkatan dengan impian kita. Tak ayal sejak kita kecil ketika ditanya tentang cita-cita kita selalu bersemangat menjawabnya. Namun, pernahkah kita merindukan cita-cita itu?, dengan berusaha mengobati rindu itu dengan mewujudkan impian itu. Mungkin kita ada yang berfikiran "Ah ! masa bodo dengan begituan, saya percaya takdir saja".

Simpelnya begini, dari definisi rindu di atas adalah keinginan kuat untuk bertemu. Kita punya impian menjadi dokter semisal, bagaimana untuk menjumpai impian dokter itu, maka belajar di fakultas kedokteran lalu ketemulah dengan impian yang dirindukan.

Nah, bila mana bergantung pada takdir tanpa melakukan apapun, itu sama halnya kita berada di tengah lautan dengan menaiki sampan dan menunggu ombak (takdir) mengantarkan pada tepi yang entah dimana nanti. Namun bila kita punya impian, saat berada di tengah lautan kita merindukannya (mengingat sebagai kompas) lalu ada dayung (doa) dan mendayung adalah usaha/ikhtiar untuk menemui rindu itu.

Mungkin demikian, obrolan kita. Setiap orang berhak mengejar rindunya, setiap rindu diciptakan dengan rasa, maka aku merindukanmu tanpa rasa, namun sekedar doa. Wallahua'lam.

Comments

Popular posts from this blog

Punahnya Tempat Bersejarah termakan Zaman Modern; Candi Badut

Radio Di Zaman Kekinian

Bahasa Dunia