Posts

Beri Aku Jalan

Selalu mengesankan. Semua tulisan yang kuanggap memang lahir dari hati dan dituangkan dengan imajinasi. Aku merasa ingin berguru padanya, lewat sajaknya, kisahnya, dan kehidupan yang serba berkecukupan air mata. Barangkali mereka dilahirkan dari air mata bening, nyatanya itu bukan kesedihan untuk mereka, tapi kesedihan adalah jalan yang memang dipilih untuk mengerti bahagia yang akan dielu-elukan akhhirnya. "Bagaimana mereka menangis lewat sajak?." Sungguh aku ingin menanyakannnya. Seharusnya ujung huruf dari sajak yang ditulis atau bahkan lembaran yang disengaja menanggung sajak itu dipenuhi genangan. Basah dan membuat lembaran itu hancur. Ah, itu imaji berlebihan. "Berapa banyak buku yang mereka baca?". Ah, selalu saja aku kalau kalau ditanya berapa banyak buku yang kubaca, karena jawabannya sudah jelas, tidak banyak. Sedangkan jawaban yang akan mereka berikan untuk pertanyaan itu, "sebanyak lembaran buku yang kau baca." Wah, tentu itu sulit ucapkan d...

Tentukanlah Kepergianmu

Image
Dimana ? Kapan ? Kau akan melupakanku? Melepas segala yang pernah terpasang dalam ingatan Pastikanlah hari itu; Kepergian tanpa siapa Biar kupersiapkan diriku Berbekal untuk tersesat dalam sisa ingatan Tentukanlah ! kepergianmu Dan katakan itu bukan kiamat bukan? Yang barangkali sengaja kau buat untukku Tentukanlah Akan kupersiapkan sejak dini  Walau musimku lebih awal berpindah Biarlah Aku ingin mengetahui musim buatanmu Barangkali lebih membuatku berbetah dirumah Tanpa embun, cericit burung Dan tanpa apapun yang orang katakan itu indah Tentukanlah Aku akan bersiap Jogja, 14 Juli 2016

Senyum Siapa?

Bahagia. Ya. Tentu siapapun berhak bahagia. Bahkan siapapun dirimu yang sangat lincah merusak kebahagian orang lain, ataupun siapapun dirimu yang selalu berhasil menghancurkan kehidupan orang lain. Pasti akan selalu ada waktu yang akan memulihkannya. Kapanpun itu, pasti akan datang. Hancurnya kehidupan seseorang tak selalu kita bersengaja merusaknya. Adakala tanpa kita sadari, kita telah membuat kacau kebahagian orang lain lantaran memperjuangkan kebahagian yang katanya milik kita seutuhnya. Bukankah kebahagian yang sebanarnya adalah kebahagian orang yang berdiri di sekitar kita?. Ya. Tentu itu. Berapa banyak malam harus dilewati dengan sembilu. Keram, kejam, garang, dan nyaris bulir-bulir tak menyisakan waktu untuk bermimpi buruk. Walau kenyataannya memang sudah terasa pahit. Tapi, setiap hati pasti percaya bahwa Tuhan sedang merencanakan kebahagian. Dengan tiba-tiba datangnya. Tanpa kita sangka. Tanpa terpikirkan kalau bahagia akan didatang dari celah kesembiluan yang sangat....

Tertawa Pengobat Gila

Image
Bila aku tak menemukan ujung Aku akan berhenti mencari nafas Semua akan datang Bila lelah Hahaha Aku ingin tertawa Tertawa saja Bukankah diriku cukup lucu? Tertawa gila Barangkali itu penenang luka Kau tahu? aku sangat ingin tertawa. Tanpa sebab apa-apa. Tanpa Lelucun maupun kelucuan di atas komedi. Sekadar tertawa, lebih tepatnya menertawai diriku sendiri. Gila?. Tentu aku bangga dengan panggilan itu. Hidup ini sangat mirip drama yang penuh lelucon. Barangkali selama ini aku telah menjadi panggung bagi para pelawak. Bersorak agak lucu, lalu tertawa. Hahaha. Banyak kisah yang belum selesai dimainkan. Lalu aku hanya melanjutkan dengan tawa gila. "Perkenalakan, namaku Majnun", haha lelucon macam apa aku ini. Memulai perkenalan yang sangat aneh. Namanya saja gila. "Biar tho", balasku sendiri. Aneh bukan?. Sekali lagi, bila kau jumpai aku di depanmu, tertawakanlah aku. Barangkali saat itu sedang diam, pura-pura bisu, pura-pura sedih, dan pura-pura dia...

Benarkah ?

Kembali bertanya Pada siapa aku menemukan aku ? Pada langit yang katanya biru Pada awan yang membawa sendu Pada apa, atau siapa? Kembali kubertanya Selama apa akan dijawabnya tanya ? Diletakkan dimana segala ucapan ? Disimpan pada apa, semua keyakinan Bila iya? jangan tidak Bila tidak, jangan iya Kenapa harus lebih jujur senja ? daripada kau yang punya jawaban Bila petang Akan kembali bertanya aku Pada engkau Bila ada waktu Bila tidak, akan kutanya lusa Bila tidak, akan kutunggu waktumu Benarkah? Kau yang menemukanku dalam langangnya malam dalam riusnya sunyi dalam benarnya sujud Jawablah! Jikalau kau punya jawaban benar Dan, katakan yang ada dilidahmu jogja, 11 Juli 2016

Yang Engkau Sebut Rindu

Image
Rindukan masa depan perbaiki hari ini. Ini tentang rindu yang sudah banyak kita perbincangkan dimana-mana. Di kelas, sekolah, kampus, rumah, kampung, sepertinya tidak hanya itu, semua sudah terjamah oleh serdadu rindu. Seperti dalam pembahasan, rindu juga memiliki definisi. Rindu versi KBBI ialah keinginan atau hasrat yang kuat ingin bertemu. Definisi lain mungkin versi kita adalah keinginan bertemu setelah sekian waktu terpisah. namun tak sepenuhnya kita terkurung dalam sangkar definisi, hal itu diadakan sebagai pencerahan pengetahuan. Dalam kasus kita, rindu biasanya dikaitkan dengan seringnya bertemu lalu tepisah dan timbul rasa rindu, atau pengulangan suatu perbuatan di waktu yang sama dalam keseharian, hingga suatu kejadian lain membuatnya terpisah dan tidak melakukan aktifitas yang sudah menjadi rutinitas dimasa lampau maka datanglah yang namanya rindu. Namun, dalam obrolan ini rindu akan diseret pada masa depan, terlepas dari protes bahwa pemuda l...

Perempuan & Karya Sastra

Image
Perempuan adalah nama lain Tuhan bagi anak-anak.     Wanita atau perempuan?. Entahlah!. Keduanya sama pemegang kunci surga bagiku. Siapapun pasti sudah mengerti tentang ungkapan itu. Namun dalam pembahasan ini kita sepakati menggunakan "perempuan". Ok.   Sejenak nostalgia masa jahiliyah. Kaum perempuan pra-Islam datang tidak lebih sebuah kibulan saja pagi kaum lelaki. Di hargai laiknya sebuah barang yang cukup murah bahkan tak berharga. Ini terjadi dalam kalangan masyarakat menengah.    Sedangkan di kalangan bangsawan, perempuan bagaikan tuan raja yang sangat dihormati dan menjadi rebutan. Tak jarang antara bangsawannya harus saling melepas sarung pedang untuk mendapatkan perempuan impiannya. Disamping itu, bahwa perempuan memperlamban perjalanan (0rang badui yang suka bepindah-pindah), menjadi sumber bertambahnya jumlah anggota, yang serba kekurangan bahan makanan untuk hidup, serta menjadi hinaan bagi kelompok mereka, ketika kal...